Bin-Sabin, sebuah tanda kepemilikan, tapi entah siapa

image

image

“Bin-Sabin”, sebuah tanda kepemilikan, tapi entah siapa pemiliknya? Tanda itu memang sengaja dipasang untuk tanda bahwa area tersebut ada pemiliknya, bukan tanahnya tapi biasanya seperti tanaman, pepohonan, rumput dan ubi-ubian. Bahan untuk tanda tersebut awalnya menggunakan daun pisang kering sebagai tanda, untuk saat ini beralih menggunakan plastik. Budaya ini berlaku di Situbondo dan sekitarnya seperti Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo dan Jember, dan sekitar Jatim. “Bin-sabin” bersal dari bahasa Madura yang berarti tanda kepemilikan.

Advertisements

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in wisata Situbondo and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bin-Sabin, sebuah tanda kepemilikan, tapi entah siapa

  1. ohna2s says:

    Bener banget nih mas hehee..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s