Mina, A mina, adalah kegiatan mewarnai gigi dimasa lampau

image

Mina, A mina, adalah kegiatan mewarnai gigi dimasa lampau bagi kaum perempuan dan juga sebagian kecil dilakukan kaum laki-laki. Selembar daun sirih, kapur cair yang sudah dingin, ghembir/gambir terbuat dari pinang muda, kadang pinang muda dan dilipat, setelah lipatan rapi, baru dikunyah, hanya dikunyah saja. Bagi yang biasa, seperti orang merokok, jika tidak melakukan hal tersebut merasa tidak nyaman. Hal ini memberi efek warna pada gigi yaitu, warna merah bata dan tidak luntur, semakin mengunyah bahan tersebut, maka gigipun semakin merah. Anehnya, setiap yang melakukan kegiatan tetsebut terlihat janggal pada gigi untuk saat dunia sudah modern, anehnya lagi, manusia lampau yang melakukan kegiatan ini, giginya serasa utuh, seakan gigi berlubang tidak ada, bisa saja bakteri yang merugikan terbunuh dengan sendirinya. Itu adalah A mina dalam bahasa Madura, mungkin ada bahasa lain yang kegiatannya sama.

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in Nuasantara and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mina, A mina, adalah kegiatan mewarnai gigi dimasa lampau

  1. ohna2s says:

    Sekarang udah jarang banget lihat orang aminah ini mas, mungkin aminah ini udah dimakan jaman kali ya 🙂
    bener banget mas, gigi mereka rata-rata kuat, jarang ada yang berlubang bahkan masih pada lengkap semua.
    Dan tempat atau wadah dari alat dan bahan minah ini, kalau ga salah namaya minangan asik juga buat pajangan, jadi incaran kolektor.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s