Bakat tidak datang sendiri tapi harus digali

image

Bakat tidak datang sendiri tapi harus digali, benarkah begitu. Kadang ada anggapan bahwa bakat belum diketahui.

Bagaimana jika belum tahu sampai dewasa, yang pasti akan membuat bingung, dan bahwa bakat biasanya turunan dari orang tua atau dari sesepuh yang mempunyai hubungan darah, tapi itu bisa benar dan juga bisa tidak, karena akal dan budi itu hidup pada manusia yang berbeda.

Bagaimana jika bakat yang kita tekuni tidak mempunyai hubungan darah?…ini jawabannya

Bakat biasanya dekat dengan kehidupan kita, biasanya bakat itu jauh dari kehidupan kita, bisa jadi, karena bakat adalah prilaku, kegiatan atau tindakan yang sering dilakukan dan biasanya akan melakukan lagi dengan hal yang sama jika belum merasakan manisnya dari kegiatan itu, biasanya sering melakukan hal tersebut meskipun seringkali ditimpa kegagalan. Bagi orang lain hal itu biasa tidak bisa ditiru atau meniru, sehingga akan ada kesan bakat berbeda sehingga menjadi hobi, kata perupa Situbondo P Widodo dari smada “bahwa rejeki itu tidak jauh dari hobi”. Saya menangkap bahwa antara rejeki yang dicari mempunyai hubungannya dengan hobi baik langsung maupun tidak langsung.

Hobi bukan pekerjaan, tapi hobi yang didasari bakat akan terlihat berbeda diantara manusia yang lainnya.

Advertisements

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in Bakat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bakat tidak datang sendiri tapi harus digali

  1. Rideralam says:

    Tak anyabe macana Pak, tadhek titikna sakale hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s