Lomba, menang dan kecewa

lomba menang dan kecewa

Lomba: adalah sarana untuk mengukur diri, terkait dengan kemampuan seseorang. Kadang lomba bisa mendatangkan kemuliaan, kadang juga mendatangkan kekecewaan, bagi yang juara pasti senang, bagi yang tidak juara pasti ada sedikit kecewa, karena lomba harus ada yang kalah dan harus ada yang menang. Jika dalam perlombaan olah raga, yang tercepat, yang ter jauh dan yang paling ter….. itulah yang menang, jiaka olah raga, berarti raga yang diolah.   Bagaimana jika dicabang seni yang dilombakan, berarti rasa yang dilombakan, setiap cabang seni yang dilombakan masih mengacu pada pemenang tunggal, misalnya lomba lukis, setiap peserta akan memperebutkan juara, tapi ini adalah masalah rasa yang menjadi media ungkap dan kreatifitas anak yang menjadi penilaian, sedangkan rasa dan karya sangat berhubungan, jika dalam lomba ini diambil juara 1, juara 2, dan juara 3, saya sendiri kurang sependapat dan yang jelas tidak setuju. Mari kita menghargai anak, bukan menyunat anak, karena setiap karya lukis yang ditampilkan memiliki karakter berbeda dari masing-masing menjadi penanda sebuah karya yang dihasilkan, dengan kata lain bahwa dalam lomba lukis tidak ada yang paling bagus, tidak ada yang paling jelek, bahwa setiap karya yang ditampilkan memiliki keunikan, karakter dan keindahan tersendiri. Bagaimana jika kita bersikap arif dan tidak membuat kecewa yang mendalam dari setiap anak, lomba tersebut mengambil tiga terbaik sampai empat rerbaik, dengan cara mengambil yang terbaik maka kesan juara satu dan seterusnya tidak menimbulkan kekecewaan yang mendalam, jadi kesempatan anak sangatalah panjang, karena tidak ada juara tunggal yang menyenangkan dan menyakitkan, bagaimana menurut anda?

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in seni and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Lomba, menang dan kecewa

  1. mas huda says:

    Bener juga ya pak… semuanya harus mendapatkan apresiasi

    Like

  2. nengwie says:

    Sepertinya ada sisi baiknya juga mengenal istilah ndak menang kang, anak belajar bersabar, dan orang tua hendaknya bersikap bijaksana.. menghibur si anak dan memacu semangat anak untuk bisa lebih baik lagi. Belajar menerima kelalahan dengan sportif gituu… Jangan pas kalah ortunya misuh2 trs bilang “iih bagussan punya kamu dibanding yg menang, aneh yaaa.. kayanya..sptnya..dst…dst” mulailah ortu berteori di dpn si anak, maksudnya biar ngga kecewa, tp caranya salah besar.

    Betul sekali juga setiap hasil karya seni diberikan penghargaan kpd setiap anak, dan disesuaikan usia si anak juga…. setiap anak dpt hadiah tp tetaap ada yg mendapat hadiah lebih baik jika hasil karya seninya lebih bagus dibanding yang lain.

    Ini sih pendapat saya 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s