Hidup di desa

image

Ini adalah kegiatan di desa kami, kegiatan arisan rukun tetangga (RT). Kegiatan ini akan berpindah-pindah dari rumah kerumah setiap selasa malam, dan kebetulan ini sisi rumah kami. Saya menangkap dari sisi positifnya merupakan ajang untuk mepererat tali persaudaraan, saling mengenal, dan saling menjaga serta saling menghargai antar status sosial yang ada di masyarakat RT tersebut.

Advertisements

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in Nuasantara and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hidup di desa

  1. ohna2s says:

    kalo dirumah namanya kifayah-an. Betul kata mas Romli, semacam ajang silaturahim yang dikemas dengan berdoa bersama dan arisan. Utamanya bagi mereka2 yang sudah berkeluarga. Jadi kalo ada keluarga baru nikah (orang baru dikampung), acara ini baik untuk berkenalan dengan masyarakat.

    Jadi tertarik bikin blog nulis hal2 gini juga mas. šŸ™‚

    Like

    • Ramliong says:

      Ia benar Mas. Orang dewasa tapi belum berkeluarga, itu biasanya biasa biasa saja, jika menikah baru dianggap. Kifayah, pengajian dan shalawatan sama untuk ajang mempererat persaidaraan. Terima kasih sudah singgah diblog saya. Mari buat Mas, untuk kelangsungan Nusantara.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s