“Lemas”, Budaya perahu diadat Situbondo, pada saat selamatan acara “Naon”

“Lemas”, Budaya perahu diadat Situbondo, pada saat selamatan acara “Naon”.

Lemas adalah perahu kecil yang dibuat sebagai tempat sesaji yang terbuat dari janur. Naon adalah acara selamatan mendoakan orang yang meninggal setelah pada hitungan seribu harinya orang yang meningga. Adat ini berlangsung secara turun temurun dan doa yang dipanjatkan merupakan nyawa-nyawa keislaman.

image

image

Perahu kecil tetsebut larung di singai dan di pantai, saat ini hal tersebut sudah tidak dilakukan lagi. Budaya perahu pendahulu masyarakat Situbondo yang menjadi sebuah simbol dari identitas maritim yang menyatu dengan masyarakat setempat.

Perahu tidak hanya sebagai sarana tranportasi, melainkam juga sebagai simbol kendaraan ruh untuk melanjutkan perjalanan ke alam selanjutnya, menurut budaya lama. Perahu sangat kental sekali dengan masyarakat Nusantara yang beragam, namun keberagaman itu sebagai simbol pemersatu dan wujud dari Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan menuju persatuan, yaitu Indonesia raya. Dari desa kecil kami untuk Indonesia Raya.

Advertisements

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in budaya nusantara, Kuliner Nusantara, nusantara, Tak Berkategori and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s