Alat bajak tradisional yang ditinggalkan petani, Bondowoso dan Situbondo

Alat ini ditinggalkan petani, karena dinilai kurang efisien, jadul, dan kurang gaul dikalangan petani, sebagai alat bantu. Alat ini bagian dari karya seni rupa terapan(mesin), yang berfungsi sebagai alat bantu manusia, dengan kata lain alat bajak ini membantu atau menunjang kegiatan petani.

image

baca selengkapnya

image

image

Alat ini di kedua kabupaten disebut “Nanggele” berasal dari bahasa madura. Nanggele ini ada dua alat bajak berbeda yaitu:

1. Pemecah atau pembelah tananah. Tanah akan dibelah secara melintang dan membujur, kedalaman yang dihasilkan sekitar 30-40 cm.

2. Setelah tanah dibelah secara membujur dan melintang, maka tanah tersebut diratakan menggunakan alat seperti papan yang memanjang, seperti gambar di atas.

Alat bajak ini menggunakan penggerak sapi dan ada juga yang menggunakan kerbau, namun alat ini tidak digunakan lagi, tergilas oleh teknologi terbaru yang berbahan logam.


Advertisements

About Ramliong

Berkarya dalam bentuk rupa
This entry was posted in alat tradisional and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s